Cari Blog Ini

Senin, 23 Juni 2014

Jenis Keanekaragaman Hayati (KEHATI)



1. Keanekaragaman gen

       Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan sifat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap individu mempunyai kromosom yang membawa sifat menurun (gen) dan terdapat di dalam inti sel. Perbedaan jumlah dan susunan faktor menurun tersebut akan menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.

       Makhluk hidup satu spesies (satu jenis) bisa memiliki bentuk, sifat, atau ukuran yang berbeda. Bahkan pada anak kembar sekalipun terdapat perbedaan. Semua perbedaan yang terdapat dalam satu spesies ini disebabkan karena perbedaan gen.



anekaayam Keanekaragaman hayati (biodiversitas)
    Perbedaan sesama ayam (satu spesies) termasuk keanekaragaman gen

  
      Jadi, keanekaragaman gen adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen ini misalnya, tanaman bunga mawar putih dengan bunga mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna. Atau perbedaan apa pun yang ditemui pada sesama ayam petelor dalam satu kandang.

2. Keanekaragaman jenis

       Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (interhibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya. Kumpulan makhluk hidup satu spesies atau satu jenis inilah yang disebut dengan populasi.

       Keanekaragaman jenis adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup antar jenis atau antar spesies. Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies (keanekaragaman gen).



keanekaragaman hayati Keanekaragaman hayati (biodiversitas)
Keanekaragaman jenis adalah perbedaan makhluk hidup antar spesies. Contohnya sangat banyak.
         Contohnya, dalam keluarga kacang-kacangan dikenal kacang tanah, kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri khas yang sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk buah dan biji, serta rasanya berbeda.
       Contoh lainnya terlihat keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon pinang, dan juga pada pohon palem.

3. Keanekaragaman ekosistem

        Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada lingkungan tersebut akan dihuni berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan.

         Perbedaan komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Komponen biotik dan abiotik di berbagai daerah tersebut juga bervariasi baik mengenai kualitas maupun kuantitasnya. Variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi ini akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Contoh ekosistem adalah: hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain-lain.
Jadi keanekaragaman ekosistem adalah segala perbedaan yang terdapat antar ekosistem. Keanekaragaman ekosistem ini terjadi karena adanya keanekaragaman gen dan keanekaragaman jenis (spesies).

Keanekaragaman%252520Hayati Keanekaragaman hayati (biodiversitas)hutan1 Keanekaragaman hayati (biodiversitas)Sonoran%252520Desert Keanekaragaman hayati (biodiversitas)tropis Keanekaragaman hayati (biodiversitas)
Keanekaragaman ekosistem terbentuk 
karena keanekaragaman gen dan keanekaragaman spesies

         Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem misalnya: pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.

       Simpulannya adalah, keanekaragaman gen menyebabkan munculnya keanekaragaman species, dan akhirnya menyebabkan munculnya keanekaragaman ekosistem. Itu semua disebut keanekaragaman hayati.


Sumber:
http://biologimediacentre.com/keanekaragaman-hayati-biodiversitas/
 

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dari Masa ke Masa

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dari Masa ke Masa

Minggu, 22 Juni 2014

MATAHARI Sebagai Pusat Tata Surya



         Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi. Bintang merupakan benda langit yang dapat menghasilkan cahaya sendiri Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang yang ada di galaksi Bimasakti. Oleh karena letaknya yang dekat dengan bumi, cahaya matahari tampak lebih terang dan ukurannya tampak lebih besar dibandingkan dengan berjuta-juta bintang lainnya. Matahari memancarkan cahaya dan panasnya karena pada inti matahari terjadi reaksi fusi yang menghasilkan energi yang sangat besar. Suhu inti matahari ± 15 juta °C dan suhu di permukaan kurang lebih 6.000 °C, matahari terdiri atas gas hidrogen (80%–90%) dan gas helium. Energi yang dipancarkan matahari setiap detik setara dengan energi matahari yang diterima Bumi selama 100 tahun. Panas yang dipancarkan matahari merupakan sumber energi utama di bumi.
        Matahari berputar pada porosnya dari barat ke timur. Jika dibandingkan dengan bumi, ukuran matahari sangat besar. Diameter matahari 110 kali diameter bumi. Matahari bentuknya menyerupai bola gas dengan diameter ±1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Volume matahari hampir 1 juta kali volume bumi. Dengan ukuran matahari yang sangat besar seperti dijelaskan di atas, maka matahari memiliki gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi matahari 28 kali lebih besar daripada gaya gravitasi bumi. Dengan gaya gravitasi tersebut terjadi gaya tarik-menarik antara matahari dengan planet-planet dan benda langit lainnya. Hal ini yang menyebabkan planet-planet dan benda langit lainnya selalu beredar mengelilingi matahari.


Sumber:
http://augustdp.wordpress.com/matahari-sebagai-pusat-tata-surya/

Cara Mencangkok Mangga

cara mencangkok mangga


Belajar Cara Mencangkok Mangga

         Mencangkok tanaman adalah cara paling murah dan juga paling mudah untuk mengembangbiakkan tanaman. Proses pencangkokan dilakukan agar tanaman yang dicangkok memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari tanamanan yang dicangkok, sehingga hasil yang diharapkan dari proses pencangkokan itu dapat diambil manfaatnya dengan lebih maksimal. Contohnya adalah pencangkokan pada pohon mangga, dengan menerapkan sistem cangkok pada pohon mangga, kita kemudian bisa mendapatkan buah dengan kualitas yang lebih baik dari pohon mangga yang dicangkok. Selain itu, proses tumbuh dan berkembangnya relatif akan menjadi lebih singkat. Cara mencangkok mangga sendiri cukup mudah, dan bisa dipraktekkan oleh siapapun yang berniat untuk melakukannya. Hanya membutuhkan beberapa step sederhana saja.

        Namun sebelum saya memberikan cara mencangkok mangga, ada baiknya jika saya memberikan sedikit gambaran tentang kelebihan dan kebaikan dari proses mencangkok tersebut.
Adapun keuntungan dari mencangkok mangga adalah:

  1. Kita bisa mendapatkan tanaman mangga yang berbuah lebih cepat dari biasanya.
  2. Mutu buah hasil pencangkokan biasanya sama bahkan lebih baik daripada tanaman induknya.
Sedangkan kekurangannya adalah :
  1. Pohon mangga yang diperoleh dari hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut yang cenderung rapuh, hal ini kemudian akan menyebabkan pohon mangga lebih mudah roboh jika dibandingkan dengan tanaman yang murni berasal dari perkembangbiakan dengan biji.
  2. Memiliki produksi yang lebih sedikit dan terbatas jika dibandingkan hasil produksi yang dihasilkan oleh pohon indukannya.
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kita lanjut ke inti dari artikel ini, yaitu cara mencangkok mangga. Adapun peralatan dan bahan-bahan yang harus Anda siapkan adalah :
  1. Sebilah Pisau. Pilih yang tajam dan tidak berkarat.
  2. Tali (bisa tali plastik atau Tali bambu)
  3. Plastik transparan atau sabut kelapayang nantinya akan digunakan untuk menutup cangkokan.
  4. Sejumlah Tanah. Usahakan Anda menggunakan tanah yang cenderung lembab dan tentu subur.
Sedangkan step demi step mencangkok pohon mangga adalah sebagai berikut :
  1. Cari dahan yang ukurannya sedang-sedang saja, tidak besar namu juga tidak terlalu kecil.
  2. Beri jarak kurang lebih sekitar 10cm dari batang pohon.
  3. Kelupas sekeliling kulit dahan pohon mangga indukan yang akan dicangkok dengan panjang kupasan kurang lebih 5 cm
  4. Setelah selesai dikupas, keriklah kambium pohon mangga dengan perlahan agar kering.
  5. Tutup kupasan dengan tanah yang lembab dan subur, lalu
  6. Bungkus tanah dengan plastik, dan ikat kedua ujungnya agar tanah tidak terjatuh.
        Proses mencangkok mangga pun selesai, namun demikian, setidaknya seminggu sekali Anda harus melihat dan meneliti hasil dari pencangkokan tersebut. Apabila kering, segera siram dengan cara membuka tali pengikat bagian atas cangkokan. Akar akan tumbuh pada batang yang dikupas dan ditutupi dengan tanah yang subur setelah usia cangkokan sekitar dua atau tiga minggu.  Setelah anda merasa akar cangkokan tersebut telah cukup, potong hasil cangkokan dan segera tanam di tanah yang gembur dan subur.

Sumber:
http://infobuahmangga.blogspot.com/2013/02/belajar-cara-mencangkok-mangga.html

Mengenal Ekosistem Laut

Mengenal Ekosistem Laut

Ekosistem Laut
     Ekosistem laut merupakan salah satu ekosistem alamiah akuatik yang paling besar di planet bumi ini. Luas area laut memang mencakup hampir 80% wilayah bumi. Khusus untuk Indonesia yang merupakan salah satu Negara kepulauaan, luas territorial didominasi oleh lautan.

  Dengan demikian, bisa diasumsikan bahwa ekosistem laut memiliki peranan yang penting bagi rakyat Inodnesia dan juga bagi masyarakat dunia dalam skala yang lebih besar. Untuk lebih memahami ekosistem laut ini, berikut ciri-ciri yang bisa dicermati:
  1. Memiliki luas 2/3 wilayah bumi atau sekitar 70 sampai 80%.
  2. Kadar mineral yang sangat tinggi dan didominasi CI atau garam sebanyak 55%. Akan tetapi, masing-masing titik memiliki kadar garam yang bervariasi tergantung wilayah lautnya. Misalnya di laut tropika kadar garam tinggi tetapi di laut dengan iklim yang dingin kadar garam justru lebih rendah. 
  3. Terdapat variasi suhu di permukaan dan wilayah yang lebuh dalam. 

Jenis-Jenis Ekosistem Laut


Ekosistem laut dibagi lagi ke dalam beberapa jenis ekosistem, yakni:
  1. Ekosistem Pantai, yang letaknya berhadapan langsung dengan daratan juga wilayah pasang surut.
  2. Ekosistem Estuari atau Muara, adalah titik dimana ekosistem laut dan ekosistem sungai bertemu.
  3. Ekosistem Terumbu Karang, adalah jenis ekosistem yang didominasi bebatuan karang dan dihuni banyak organisme atau biota laut. 

Pembagian Wilayah Ekosistem Laut









Para ilmuan membagi wilayah laut ke dalam beberapa zona atau daerah, antara lain:
  1. Wilayah Litoral atau disebut juga dengan nama titik pasang surut. Wilayah ini merupakan bagian laut yang berhadapan langsung dengan daratan. Pada bagian ini radiasi matahari, salinitas dan juga variasi temperatur memiliki pengaruh yang cukup berarti pad titik litoral ini. Adapun mahluk hidup yang menempati wilayah ini antara lain ganggang, bintang laut, teripang, cacing laut, kepiting dan masih banyak lagi lainnya.
  2. Wilayah Neritik. Merupakan bagian laut yang cukup dangkap. Ia masih bisa ditembusi cahaya matahari hingga ke dasarnya. Adapun kedalaman titik ini maksimal 200 meter. Makhluk hidup yang menempati wilayah ini adalah nekton, plankton, neston juga beragam jenis bentos.
  3. Wilayah batial atau titik remang-remang. Dengan kedalaman antara 200 sampai 200 meter di bawah laut, hewan yang hidup di titik ini adalah nekton. Tak ada lagi produsen.
  4. Wilayah abisal. Adalah titik wilayah laut dengan kedalaman lebih dari 200 meter. Wilayah ini gelap tak bisa ditembusi cahaya matahari dan juga tidak dihuni oleh organisme produsen.
Masih ada pembagian eksosistem laut lainnya yang didasarkan pada intensitas cahaya, yakni:
  1. Wilayah fotik, yakni bagian laut yang bisa ditembus cahaya. Kedalamannya sampai 200 meter.
  2. Wilayah Twilight, adalah titik remang-remang yang minim cahaya sehingga produsen kurang sebab tidak bisa melakukan aktifitas fotosintesis. Kedalamannya antara 200 sampai 200 meter.
  3. Wilayah afotik, adalah titik dimana tak ada sama sekali cahaya matahari yang mampu menembusi lautan. 

Sumber :
http://ekosistem-ekologi.blogspot.com/2013/02/mengenal-ekosistem-laut.html

pengertian dan komponen ekosistem

Pengertian dan Komponen Ekosistem

Pengertian ekosistem, komponen dalam ekosistem, satuan makhluk hidup dalam ekosistem, macam-macam ekosistem, dan pencemaran ekosistem, itu merupakan point-point yang akan kami bagikan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semuanya. Langsung saja ya
A.PENGERTIAN EKOSISTEM


Ekosistem

Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi antara makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.
B.KOMPONEN DALAM EKOSISTEM
Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu sebagai berikut.
Komponen Abiotik, yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia, seperti tanah, air, matahari, udara, dan energi.
Ada 2 pembagian komponen biotik dalam suatu ekosistem, yaitu Organisme Autotrof dan Organisme Heterotrof, nah tentu saja sahabat sudah sering mendengar kedua kata ini, silahkan saja disimak lagi lanjutannya ya :
Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri, berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses fotosintesis. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof. Ada dua pembagian atas Organisme autotrof ini yaitu :

1.Fotoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.
2.Kemoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi kimia untuk membuat bahan makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya adalah bakteri besi, dalam menjalankan proses ini mereka membutuhkan oksigen.
Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, akan tetapi meman faat kan bahan-bahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme ini terdiri atas 3 tingkatan yaitu :
Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari bangkai
Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang telah membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing
C.SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM
  • Individu merupakan satu makhluk hidup, contohnya seekor burung.
  • Populasi merupakan sekumpulan makhluk hidup yang menetap disuatu tempat dalam jangka waktu tertentu dan mampu berkembangbiak, contohnya sekumpulan semut.
  • Komunitas merupakan kumpulan dari populasi yang menempati daerah yang sama dalam waktu jangka waktu yang panjang.
  • Ekosistem merupakan kumpulan dari komunitas tadi yang melibatkan interaksi yang muantap antara makhluk hidup.

D.MACAM-MACAM EKOSISTEM

Ada dua macam ekosistem yang terbentuk di bumi kita ini, yaitu

Ekosistem alamiah


Ekosistem Alami
Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sencirinya tanpa ada campur tangan dari manusia, oleh karena itu lah kita sebut sebagai ekosistem Alamiah. Contohnya adalah ekosistem laut dan sungai.

Ekosistem Buatan


Ekosistem Buatan

Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya campur tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.
E.INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
Tentunya setelah mengetahui komponen dalam suatu ekosistem kita bertanya-tanya bagaimana sesungguhnya hubangan antara makhluk hdup yang tinggal menetap dalam suatu ekositem, nah begini nih sahabat

Setiap makhluk hidup akan berusaha untuk mempertahankan populasinya, tentu dengan cara mencari makanan dan terus berkembang biak, seperti yang kita ketahui ada makhluk hidup karnivora dan herbivora hal ini akan menimbulkan hubungan erat yang biasa dinamakan rantai makanan dan jaring jaring makanan. Saya akan menambahkan gambar saja ya, mudah-mudahan sahabat semuanya dapat mengerti melalui gambar ini

1.Rantai makanan


Rantai Makanan

2. Jaring-jaring makanan


Jaring - jaring makanan

F.PENCEMARAN EKOSISTEM



Ekosistem ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan dalam kehidupan manusia, namun banyak dari kita tidak menyadarinya sehingga bertindak hanya demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidup anak cucu kita, betapa tidak, banyak orang melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, membuang limbah berbahaya ke laut, nah lihatlah dampaknya !!

Sumber: 
http://softilmu.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-komponen-ekosistem.html

sistem pernafasan pada hewan

Sistem Pernapasan Pada HewanPernapasan pada hewan tingkat rendah berlangsung secara difusi. Mekanisme pernapasan pada hewan bergantung pada sifat lingkungannya. Hewan darat memiliki sistem pernapasan yang berbeda dengan sistem pernapasan hewan air.
Respirasi pada protozoa terjadi dengan cara aerob dan anaerob. Pada respirasi aerob terjadi oksidasi dengan oksigen yang masuk ke dalam tubuh secara difusi dan osmosis melalui selurut permukaan tubuh. Respirasi anaerob terjadi pembongkaran molekul kompleks menjadi molekul sederhana tanpa menggunakan oksigen.

Pernapasan pada hewan ada yang dilakukan secara difusi yaitu langsung melalui sel-sel permukaan tubuh. Ada pula hewan yang melakukan pernapasan dengan alat-alat khusus seperti insang, kulit, trakea, dan paru-paru.
1. Sistem Pernapasan pada Protozoa
Protozoa adalah hewan bersel satu dan tidak memiliki alat pernapasan khusus. Pernapasan dilakukan dengan proses masuk dan keluarnya oksigen dan karbon dioksida melalui permukaan sel secara difusi.
2. Sistem Pernapasan pada Avertebrata

2.1. Sistem Pernapasan pada Porifera

Pada porifera, air yang membawa oksigen masuk melalui pori-pori tubuh (ostium) lalu masuk ke koanosit secara difusi. Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen digunakan untuk mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang disertai pelepasan karbon dioksida. Karbon dioksida dibawa keluar oleh air melalui spongosoel lalu menuju oskulum dalam mitokondria sel koanosit.

2.2. Sistem Pernapasan pada Moluska

Hewan anggota filum moluska terdiri dari dua kelompok yaitu moluska darat dan moluska air. Moluska darat seperti bekicot, bernapas dengan paru-paru. Sedangkan moluska air seperti kerang bernapas dengan insang.

2.3. Sistem Pernapasan pada Arthropoda

Filum arthropoda terdiri dari 4 kelas yaitu crustacea, myriapoda, arachnida, dan insekta. Crustacea (udang dan kepiting) bernapas dengan insang, myriapoda (lipan dan luwing) bernapas dengan trakea, arachnida (laba-laba dan kalajengking) bernapas dengan paru-paru buku, dan insekta (serangga) bernapas dengan trakea.

2.4. Sistem Pernapasan pada Coelenterata

Coelenterata tersusun atas dua lapisan sel yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Pertukaran gas terjadi secara difusi pada sel di luar permukaan tubuh yang bersentuhan dengan air. Coelenterata memiliki alat bantu pernapasan yaitu berupa lekukan jaringan yang disebut sifonoglifa.

2.5. Sistem Pernapasan pada Echinodermata

Hewan-hewan echinodernata seperti bintang laut, landak laut, dan mentimun laut hidup di air laut. Echinodermata bernapas dengan insang kulit.

2.6. Sistem Pernapasan pada Cacing

Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Sehingga oksigen harus berdifusi melalui kulit untuk masuk ke dalam kapiler darah. Karbon dioksida juga keluar melalui kulit. Proses pernapasan semacam ini disebut pernapasan integumenter. Cacing memiliki permukaan yang licin supaya tetap lembap sehingga memudahkan terjadi pertukaran gas.
3. Sistem Pernapasan pada Vertebrata

3.1. Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan memiliki alat pernapasan berupa insang. Insang digunakan dikarenakan ikan hidup di dalam air. Insang terdapat di sisi kanan dan kiri kepala. Namun, terdapat ikan dipnoi yan bernapas dengan menggunakan paru-paru. Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya mempunyai perluasan ke atas yang disebut labirin yang berfungsi untuk menyimpan udara, sehingga ikan tersebut dapat hidup di air yang kekurangan oksigen. Insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.
Fase inspirasi diawali dengan membukanya mulut ikan. Kemudian air masuk ke dalam rongga mulut. Insang akan menutup seningga air akan mengalir ke dalam insang. Fase ekspirasi ikan terjadi pada waktu mulut ikan tertutup. Air akan masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran gas disana. Darah akan mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam air.

3.2. Sistem Pernapasan pada Amfibi

Salah satu contoh hewan amfibi adalah katak. Amfibi dapat hidup di air dan darat. Sehingga alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak pada waktu masih larva bernapas dengan insang luar. Pada masa berudu terbentuk insang dalam. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit.
Paru-paru pada katak berupa dua kantung berdinding tipis dan elastis yang banyak mengandung kapiler darah, serta terletak dalam rongga badan. Paru-paru berhubungan dengan rongga mulut melalui sebuah lubang yang disebut glotis. Kedua kantung paru-paru tersebut saling berhubungan dengan bronkus pendek.
Saat bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga mulut. Udara masuk ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas. Saat udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.

3.3. Sistem Pernapasan pada Reptil

Reptil memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil dikelilingi oleh rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Reptil memiliki kulit yang bersisik atu kering sehingga sulit ditembus oleh air. Hal ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sangat sedikit sehingga reptil mampu bertahan hidup pada habitat yang kering.
Saat inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sehingga udara dapat masuk ke paru-paru. Saat ekspirasi, tulang rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru.
Pada kura-kura selain dengan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit tipis dengan banyak kapiler darah yang ada di sekitar kloaka.

3.4. Sistem Pernapasan pada Burung

Sistem pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan, dan kantung udara belakang. Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat terbang, membantu memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh.
Mekanisme pernapasan burung terbagi menjadi dua macam. Yaitu saat terbang dan saat istirahat.
Fase inspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diangkat. Pada saat sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke dalam kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen dari paru-paru.
Fase ekspirasi saat terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan. Pada saat sayap diturunkan, kantung udara pada pangkal lengan mengempis, sehingga kantung udara dada mengembang dan mendorong udara keluar, sehingga terjadi pergantian udara.
Fase inspirasi saat istirahat terjadi dengan diawalinya pergerakan tulang rusuk ke depan sehingga rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Hal tersebut menyebabkan udara dapat masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini akan diambil paru-paru dan sebagian lagi akan masuk ke kantung udara belakang. Udara yang miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.
Fase ekspirasi saat istirahat terjadi saat rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru, sehingga udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.

3.5. Sistem Pernapasan pada Mamalia

Sistem pernapasan pada mamalia mirip dengan sistem pernapasan pada manusia. Itu karena manusia juga termasuk mamalia. Pernapasan menggunakan paru-paru.


Sumber:
 http://artikel-kependidikan.blogspot.com/2011/04/sistem-pernapasan-pada-hewan.html